Pentingnya Zat Asam Folat Saat Kehamilan

Tahukah anda sangat penting nya asam folat selama  kehamilan sang ibu? Pasalnya, asam folat merupakan zat gizi esensial yang sangat baik dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan.

Secara umum, asam folat memiliki fungsi yang sangat baik untuk tubuh, misalnya memperbaiki dan membuat DNA (Deoxyribose Nucleic Acid), serta memproduksi sel darah merah.

Pada ibu hamil, kekurangan asam folat dapat menimbulkan beberapa resiko bagi janin, antara lian:

Neural tuba defect

Neural tuba defect atau cacat bawaan yaitu timbul akibat ketidak sempurnanya penutupan neural tube(tabung saraf) saat pertumbuhan embrional. Cacat bawaan yang dapat timbul, misalnya masalah pada kecacatan terhadap otak (anencephaly), ataupun masalah terhadap tulang belakang janin, seperti spina bifida.

Anencephaly adalah pada gangguan cephalic menghasilkan cacat pada tabung saraf yang terjadi pada saat waktu rostral (kepala) agar bagian akhir dari tabung saraf gagal menutup. Dan hal ini biasanya terjadi pada saat 23 sampai 26 hari setelah terjadinya pembuahan. Terjadinya hal ini yang membuat sebagian besar dari otak, tengkorak dan kulit kepala tidak ada.

Spina bifida adalah terjadinya cacat lahir yang biasanya ditandai dengan terbentuknya celah pada tulang belakang bayi.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa disarankan untuk wanita harus mengonsumsi asam folat secara rutin selama 1 bulan sebelum terjadi pembuahan dan selama kehamilan akan mengurangi risiko terjadinya kelainan neural tuba sebanyak 50-70%.

Berat badan janin lahir rendah

Perlu Anda ketahui kurangnya asupan asam folat pada tubuh kita dapat menyebabkan gangguan pada metabolik, misalnya peningkatan pada homosistein di dalam darah dan sangat dapat memicu terjadinya komplikasi pada kehamilan yaitu seperti preeklampsia bagi ibu, keguguran dan berat badan lahir sangat rendah bagi janin.

Homosistein adalah asam amino yang mengandung sulfur yang terdapat didalam plasma darah. Homosistein yang terbentuk dengan secara alami di dalam tubuh, namun zat ini juga dapat menyebabkan terjadinya masalah kesehatan jika tingkat kadarnya terlalu banyak di dalam tubuh. Dengan proses metabolic yaitu untuk memecah homosistein membutuhkan adanya vitamin B9 (asam folat), vitamin B6 dan vitamin B12 sehingga kadarnya akan meningkat jika asupan ketiga vitamin tersebut tidak tercukupi.

Dibawah ini beberapa risiko yang kekurangan asam folat yang sudah dijelaskan di atas, terdapat beberapa risiko lain karena akibat kurangnya asupan asam folat, misalnya:

  • Bibir sumbing dan kelainan palatum
  • Gangguan jantung
  • Gangguan perkembangan plasenta
  • Retardasi mental

Penting Anda ketahui, untuk jumlah asam folat yang dibutuhkan untuk ibu hamil adalah yaitu sebanyak 600 sampai 800 mikrogram untuk setiap harinya  yaitu untuk mencegah terjadinya kecacatan, masalah tulang belakang, dan gangguan pada otak janin. Oleh karena untuk persiapan kehamilan, untuk jumlah asupan asam folat yang disarankan adalah sebanyak 400 mikrogram.

Untuk mendapatkan asam folat anda bisa mengonsumsi makanan yang ada, misalkan sayur bayam, kubis, brokoli, seledri, jagung, atau buah-buahan misalkan, pisang, jeruk, melon, stroberi, papaya, kacang-kacangan, ikan salmon dan hati ayam. Selain itu juga, mendapatkan asupan asam folat juga bisa anda dapatkan dari suplemen yang dijual bebas di pasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *