Mitos dan Fakta Seputar Diet Berdasarkan Golongan Darah

Apakah benar golongan darah itu berpengaruh dengan sukses atau tidaknya diet seseorang? seorang peneliti bernama oleh Dr. Peter J. D’Adamo mengatakan bahwa sukses atau tidaknya diet seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh golongan darahnya. Akan tetapi sebagai peneliti lain mengatakan bahwa hasil riset Dr. Peter J. D’Adano itu tidak memiliki kaidah dalam      ilmu kedokteran dan tidak termasuk penelitian yang memenuhi kelayakan ilmiah.

Oleh sebab itu hingga kini belum dijumpai hasil penelitian golongan darah dalam publikasi penelitian ilmiah yang diakui dunia medis internasional. Penelitian yang diterima secara ilmiah harus memenuhi berbagai kelayakan penelitian, seperti uji klinis kasus control (double blind study), metodologi penelitian dan sebagainya.

Jadi bisa disimpulkan bahwa terapi diet golongan darah adalah satu terapi alternatif yang bisa dikatakan bermanfaat untuk dunia kedokteran. Dan hal ini sebaiknya dijadikan rujukan masyarakat luas agar lebih berhati-hati, karena jumlah ketidakberhasilan, efek samping dan dampak bahaya terhadap kesehatan mengenai diet berdasarkan golongan darah belum diketahui secara pasti.

Logika yang bisa diambil bagi suksesnya diet golongan darah adalah mengkonsumsi makanan tertentu atau menghindari makanan tertentu. Tetapi harus diingat bahwa belum tentu makanan yang dihindari tersebut mengganggunya. Bila makanan tersebut tidak mengganggu alangkah malangnya nasibnya, karena harus menghindari makan enak dan bergizi yang belum tentu mengganggu tubuhnya.

Tetapi bila ada pengalaman dengan makanan tertentu yang berulang dengan gangguan yang sama sebaiknya dihindari (misal: mengakibatkan alergi). Bila menghindari makanan tertentu harus dicari makanan penggantinya dengan sumber gizi yang sama agar tidak kekurangan gizi, misalnya ikan laut sebagai sumber protein diganti dengan gurame yang juga sumber protein, dan seterusnya.

Untuk memiliki tubuh ideal tentunya yang paling penting adalah dengan melakukan kombinasi olah raga dan menjaga pola makan gizi seimbang. Olahraga yang bersifat aerobik seperti lari, renang, bersepeda ataupun yang bersifat pembentukan seperti sit up, push up, dan latihan beban. Jika konsisten kita lakukan selama 30-60 menit, minimal 3x/minggu, ditunjang dengan pola makan seimbang, tentunya akan terjadi perubahan pada bentuk tubuh Anda. Jadi utamanya adalah disiplin.

Diet adalah proses mengurangi atau membakar kalori dalam tiap harinya. jadi setiap kali anda makan yang mengandung unsur kabohidrat danberpikirlah untuk segera membakarnya jangan ditimbun, hindari makanan gorengan, minuman dan makanan yang terlalu manis, garam, konsumsi banyak air putih, perbanyak lauk dengan ikan, perbanyak sayur dan buah, hindari makanan dari kaleng atau fast food (sosis, kentang goreng, nugget), hindari jajanan manis (bila lapar, dapat pilih snack berupa buah atau sayur yang manis). Coba lah agar makan pagi anda selalu disertai oleh buah yang manis, jadi anda dapat menahan lapar hingga siang. Untuk malam hari hindari makanan yang terlalu besar porsinya.

Jadi apakah anda sudah siap untuk menjaga pola diet anda, untuk hal yang lebih mendetil anda bisa berkonsultasi ke ahli gizi atau dokter spesialis gizi agar lebih dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh anda.